Senin, 05 April 2010

Andi vs Anas, Grass Root Pilih Anas

Contoh Naskah Pidato Persaingan calon ketua umum Partai Demokrat makin dinamis. Tiga tokoh muda partai itu saling berlomba merebut simpati. Mereka adalah Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, dan Marzuki Alie.

Naskah Pidato Dari tiga acara terbuka tersebut, Anas seperti sudah menusuk ke jantung pemilik suara kongres, yakni DPD dan DPC. Bayangkan, 359 DPC menghadiri acara Anas. Dari Sabang sampai Merauke hadir pimpinan DPC dan beberapa pimpinan DPD. Mereka kebanyakan memilih menghadiri silaturahmi Anas daripada mengikuti deklarasi Andi Mallarangeng.

Dari Sulsel yang boleh dikata merupakan ‘kandang’ Andi Mallarangeng ikut menghadiri acara mantan ketua umum PB HMI tersebut. Di sana ada 25-an pimpinan DPD seluruh Indonesia hadir, termasuk beberapa pengurus inti DPD Demokrat Sulawesi Selatan. ”Kami lebih cenderung untuk memilih secara moral kepada AU (Anas Urbaningrum),” kata Wakil Ketua DPD Sulsel Iwan Patawari, kepada INDOPOS, Senin (29/3) lalu.

Tak banyak yang disampaikan Anas Urbaningrum dalam acara itu. Ketua Fraksi Demokrat tersebut justru memperlihatkan kinginan kuatnya untuk menjadikan Partai Domokrat sebagai partai modern. Anas tak mau Demokrat hanya hidup di dua zaman, setelah itu hilang. Karenanya, mantan anggota KPU 2004-2009 tersebut mengajak bersama seluruh elemen Demokrat memajukan partai ini.

Anas menyatakan, sebagai partai baru, Demokrat mempunyai kesempatan membangun tradisi demokrasi internal yang sehat. Karena itu Kongres II Partai Demokrat harus menjadi laboratorium politik tentang kompetisi yang dewasa dan tidak menggangu soliditas partai. ’’Ketua Wanbin (dewan Pembina, SBY) mendorong kompetisi yang sehat agar bisa menjadi model bagi demokrasi internal. Itu kerangka politik kongres,’’ tuturnya.

Anas menegaskan kesiapannya untuk maju sebagai kandidat. Keputusan itu diambilnya setelah terbuka ruang kompetisi secara demokratis. ’’Saya maju bukan karena merasa paling hebat dan terbaik. Tetapi, banyak aspirasi dari teman-teman di DPP, DPD dan DPC yang mungkin menilai saya cocok untuk memimpin Partai Demokrat ke depan. Dan tentunya sebagai kader, saya harus menyambutnya dengan penuh kehormatan dan tanggung jawab,’’ pungkasnya.

Menanggapi pidato Anas, Iwan Patawari menyatakan salut. ”Anas adalah sosok yang mampu membawa Demokrat berubah secara signifikan. Yakni mengikuti perkembangan zaman menuju partai modern yang penuh dengan konsep dan strategi pengkaderan,” katanya.

Menurutnya, Anas juga telah melakukan pendekatan lebih lama kepada pengurus DPD dan DPC di Sulsel sejak dua tahun lalu dibanding dengan kandidat lainnya. ”Selain dia sering hadir dalam undangan kami, dia pun sudah melakukan pendekatan ke kami sejak lama. Itulah yang membuat kami lebih cenderung untuk memilih AU,” pungkas Iwan.

Kalau Anas Urbaningrum silaturahmi dihadiri kalangan grass root, Andi Mallarangeng justru dihadiri elite Demokrat. Empat menteri dari partai berlambang mercy yang menghadiri deklarasi menandakan Andi Mallarangeng juga serius menggalang dukungan. Optimisme tinggi dari kubu Andi sempat terlontar dengan target 30 persen suara Pemilu 2014. Namun Marzuki Alie, kandidat lain, menanggapi enteng target tersebut. "30 persen tidak datang dari langit," kata ketua DPR RI tersebut.

Over confident juga tampak dari lontaran adanya skenario menempatkan Anas Urbaningrum di posisi sekjen. Sekteraris Tim Sukses Andi Mallarangeng, Ramadhan Pohan, mengakui Anas Urbaningrum memang ikon Partai Demokrat, namun kombinasi Andi sebagai ketua umum dan Anas sebagai sekjen merupakan pilihan terbaik untuk Partai Demokrat ke depan.

Namun Sekretaris Departemen Politik DPP Partai Demokrat yang juga tim sukses Anas Urbaningrum, Irfan Gani, mengatakan tidak ada yang bisa menghalangi Anas untuk maju. Apalagi, sejumlah tokoh di internal Demokrat juga mendukung Anas. Mereka di antaranya, anggota Dewan Pembina Hayono Isman, Wasekjen Yahya Sacariwiya dan Mirwan Amir, serta Angelina Sondakh dan Adjie Massaid. ’’Mereka semua saling menguatkan,’’ kata Irfan.

Dia menambahkan, bukan tidak mungkin deklarasi Anas pertengahan April mendatang bakal dihadiri banyak tokoh. Setidaknya, lanjut Irfan, itu sudah tergambar dalam acara silaturahmi Anas di Hotel Sultan, Minggu malam lalu. Sebanyak 359 DPD dan DPC menghadirinya. Padahal, acara itu digelar bersamaan dengan acara deklarasi yang dilakukan Andi Mallarangeng.

’’Makanya, kalau belum apa-apa sudah bilang Anas jadi Sekjennya Andi, Lha wong kita belum bertarung. Masing-masing calon punya kapital politik yang cukup kuat,’’ ujarnya menanggapi peryataan Ramadhan yang mengusulkan duet Andi-Anas.

Sementara itu, pengamat politik LIPI, Siti Zuhro, memprediksi sosok Anas Urbaningrum akan menjadi pemenangnya. ’’Anas itu aset Partai Demokrat yang paling menonjol. Dia menurut hemat saya orang yang paling cocok untuk memimpin Partai Demokrat ke depannya,’’ kata Siti, kepada INDOPOS, semalam (27/3).

Menurut Siti, Anas lebih berpotensial dalam pemikiran dan komunikasi yang tertata. Hal itu dibuktikan dengan tidak ada cela dalam memberikan komentar-komentarnya di media massa. ’’Anas tidak seperti yang calon yang lainnya. Kader yang lain lebih banyak tampil secara kontroversial atau memancing kemarahan dari publik ataupun lawan politiknya,’’ ucapnya.

Siti mengambil beberapa contoh, Andi Mallarangeng. Bahwa selama menjadi juru bicara presiden, lebih sering tampil berbicara seenaknya yang dapat memancing kemarahan publik. ’’Saya memiliki kecurigaan, kenapa Andi Mallarangerng lebih tertarik untuk memimpin Partai Demokrat dibanding sebagai menteri. Kalau kita lihat di partai lain, yakni Tifatul Sembiring, dia justru lebih memilih mengabdi pada negara untuk menjadi menteri dan melepas jabatannya di PKS. Tapi ini kok, dia malah ingin melepas jabatannya di menteri?’’ ujarnya.

Selain memiliki kesantunan dalam tutur kata layaknya sosok SBY, Siti juga menyatakan sosok Anas itu lebih disegani oleh partai lain. ’’Mulai dari perjalanan pemilu dan pencarian mitra koalisi, saya lebih melihat Anas tampil terdepan. Ia sosok muda di Demokrat, namun memiliki jiwa lobi bak seniornya. Dan ini sangat dibutuhkan oleh sosok calon ketua umum,’’ tandasnya. (sya/jpnn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar